Jumat, 25 November 2016

Balasan setipe dengan perbuatan


Barangsiapa yang mencermati perbuatan-perbuatan Sang Pencipta, dia akan melihatnya sesuai dengan timbangan keadilan, dan dia akan melihat balasan sudah menanti orang yang berhak mendapatkan balasan tersebut, meski setelah berselang beberapa waktu. Maka tidak sepantasnya orang (yang zahirnya seolah) dimaafkan dari dosa menjadi terpedaya; karena balasan itu terkadang ditangguhkan.

Di antara dosa yang paling buruk yang telah disediakan untuknya balasan yang besar adalah terus-menerus melakukan dosa, kemudian pelakunya berbasa-basi dengan melakukan Istighfar, shalat dan beribadah. Menurut dia basa basi ini dapat memberi manfaat.

Manusia yang paling besar ketertipuannya adalah orang yang melakukan hal yang dibenci Allah, lalu dia meminta kepada Allah apa yang dia inginkan; Sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadist (yang artinya),

"Orang yang lemah adalah orang yang memperturutkan dirinya pada hawa nafsunya, dan dia mengangankan berbagai macam angan-angan dari Allah (agar Dia memaafkannya).

Di Antara Hal yang Selayaknya Dilakukan Oleh Orang yang Berakal Adalah Mewaspadai Terjadinya Balasan:

Ibnu Sirin berkata, “Aku pernah mencerca seseorang dengan mengatakan, 'Hai orang bangkrut!' Lalu setelah 40 tahun, jatuhlah aku dalam kebangkrutan."

Ibnul Jalla` berkata, "Guruku pernah melihatku tengah melihat pada seorang remaja yang berparas elok (remaja belum tumbuh jenggotnya). Guruku berkata, 'Apa ini? Sungguh,
akan engkau rasakan akibatnya! ' Setelah berlalu empat puluh tahun, aku pun menjadi terlupakan dari hafalan Qur`anku."

Dan sebaliknya, setiap orang yang melakukan kebaikan atau meluruskan niatnya, maka hendaklah dia menunggu balasan baiknya, meski setelah rentang waktu yang lama.

Allah  berfirman,

إِنَّهُ مَنْ يَتَّقِ وَيَصْبِرْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِي

“Sesungguhnya barangsiapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik." (Yusuf: 90).

Maka hendaknya orang yang berakal tahu, bahwa neraca keadilan tidak pernah pilih kasih.

- Shaidul Khatir, Ibnul Jauzy , Darul Haq -
Read More

Berbagai Peristiwa Dunia dan Akhirat


Aku merenungkan urusan dunia dan akhirat, maka aku dapatkan bahwa peristiwa dunia bisa diindera (dirasakan) dan natural; sedangkan peristiwa akhirat adalah bersifat keimanan dan keyakinan. Hal-hal yang bisa dirasakan (bisa diindera) itu lebih kuat magnetnya bagi orang yang ilmu dan keyakinannya belum kuat.

Berbagai peristiwa akan terus ada dikarenakan banyaknya faktor yang menyebabkannya, maka (banyak) berbaur dengan orang-orang, melihat hal-hal yang indah, dan merasakan hal-hal yang nikmat, ini akan menguatkan (lebih dapat merasakan) berbagai peristiwa indrawi. Sedangkan menyendiri (untuk merenung), berpikir, dan mencermati ilmu akan menguatkan (pengetahuan tentang) berbagai peristiwa akhirat,

Hal ini akan tampak jelas bila seseorang keluar berjalan-jalan di pasar dan melihat berbagai perhiasan dunia, kemudian dia masuk ke pekuburan, maka dia bertafakur dan hatinya menjadi tersentuh; karena dia merasakan ada perbedaan yang begitu jelas antara dua kondisi ini. Penyebab hal ini adalah menceburkan diri dalam berbagai hal yang menjadi sebab pendukung berbagai peristiwa tersebut.

Maka engkau haruslah menyendiri, berdzikir dan mencermati ilmu; karena menyepi adalah satu penjagaan, sedangkan bertafakur dan ilmu adalah obat; dan obat bila dicampur baur (tanpa aturan), tidak akan berguna. Dan realita dirimu banyak bercampur-baur dengan orang-orang serta mencampur aduk perbuatan sudah begitu mendarah daging dalam dirimu; maka tak ada obat penawar bagimu selain resep yang telah aku berikan.

Adapun bila engkau berbaur dengan orang-orang dan bersinggungan dengan hawa nafsu, lalu engkau menginginkan bersihnya hati, maka berarti engkau menginginkan hal yang tidak mungkin.

- Shaidul Khatir, Ibnul Jauzy , Darul Haq -
Read More

Kamis, 24 November 2016

Nilai Waktu


Seorang manusia seyogyanya tahu nilai mulianya zaman dan berharganya waktu, sehingga dia tidak menyia-nyiakan waktunya walau sekejap selain untuk ketaatan, dan mendahulukan ucapan dan amalan yang paling utama baru kemudian yang lebih utama.
Hendaknya niatnya dalam melakukan kebaikan selalu dihadirkan, tanpa dihinggapi kelesuan dalam berbagai amalan yang mampu untuk dikerjakan oleh badan. 

Dahulu sekelompok kaum Salaf bergegas-gegas untuk memanfaatkan setiap penggal waktu.
Dinukilkan dari Amir bin Abd Qais bahwa ada seorang lelaki yang berkata kepadanya, "Ajaklah aku bercengkrama!" Dia pun menjawab, "(Kalau begitu) tahanlah (peredaran) matahari!"
Ibnu Tsabit al-Bunani berkata, "Aku pergi untuk mengajak bicara ayahku, maka ayahku berkata, 'Wahai anakku! Biarkanlah aku, karena aku ini sedang membaca wirid (harian)ku yang keenam'."
Sekelompok orang masuk menemui sebagian kaum Salaf pada saat (menjelang) kematiannya, dan (pada waktu itu) dia tengah melakukan shalat. Maka dikatakan (beberapa perkataan) kepadanya (Yakni, orang-orang mencela dan memintanya untuk beristirahat) lalu dia menjawab, “Saat ini lembaran amalku hendak ditutup."

Kalau manusia tahu meski dia telah berupaya semaksimal mungkin untuk bersungguh-sungguh bahwa kematian pasti akan menghentikannya dari amal, maka dia akan beramal semasa hidupnya dengan amalan yang pahalanya akan terus mengalir selepas matinya. Kalau dia mempunyai sesuatu dari dunia, dia bisa mewakafkan sesuatu, menanam tanaman, mengalirkan sungai, berupaya untuk mendapatkan keturunan yang akan senantiasa ingat kepada Allah setelah dia meninggal, sehingga dia akan mendapat pahala, atau menyusun buku dalam suatu cabang ilmu; karena karya seorang alim merupakan 'anaknya yang abadi'. Dan hendaknya dia mengamalkan kebaikan dan menguasai ilmu tersebut sehingga dari perbuatannya bisa ditransfer apa yang bisa diteladani oleh orang lain; itulah yang tidak akan mati.

Sungguh, sekelompok orang telah mati, padahal mereka masih hidup di tengah-tengah manusia.

- Shaidul Khatir, Ibnul Jauzy , Darul Haq -
Read More

Rabu, 13 Juli 2016

Memurnikan Amal


Siapa yang ingin menjernihkan kondisi dirinya, maka hendaklah dia bersungguh-sungguh dalam memurnikan amal.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,



"Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak)." (Al-Jin: 16)

Abu Sulaiman ad-Darani berkata, “Barangsiapa yang memurnikan amal , diapun akan dijernihkan (kondisinya), dan barangsiapa yang mengeruhkan amal, diapun akan dikeruhkan. Orang yang berbuat baik di waktu malamnya, dia akan diberi kecukupan di siang harinya, sedangkan orang yang berbuat baik di siang harinya, dia akan dicukupkan pada malam harinya.”

Seorang Syaikh mengelilingi majelis dan berkata, “Barangsiapa yang ingin kesehatannya berkelanjutan, hendaknya dia bertaqwa kepada Alla ‘Azza wa Jalla.”

Al-Fudhail bin Iyadh berkata, “Sungguh aku benar-banar bermaksiat kepada Allah, lalu aku bisa mengenal hal tersebut tercermin pada kelakuan tunggangan dan budak perempuan-ku.”

Ketahuilah –semoga Allah memberimu taufiq- bahwa orang yang terbius narkotika tidak merasakan sakitnya pukulan. Yang mengetahui adanya kekurangan dan tambahan dari kekurangan hanyalah orang yang selalu mengintrospeksi dirinya.

Kapan saja engkau melihat kondisimu suram, maka ingatlah (bahwa) ada nikmat yang tidak disyukuri, atau ada kesalahan yang dikerjakan.

Waspadai lepasnya nikmat dan mendadak datangnya siksa. Jangan engkau terpedaya dengan luasnya hamparan kelembutan Allah; bisa saja hamparan ini akan segera di lipat.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :
 








..... “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”..... (Ar-Ra’d:11).


Abu Ali ar-Rudzbari berkata , “Termasuk ketertipuan diri kala engkau berbuat buruk, lalu Allah berbuat baik padamu namun engkau tak mau bertaubat; karena menyangka bahwa dirimu telah dimaafkan dalam kesalahanmu itu.”

~ Shaidul Khatir, Ibnul Jauzi, Penerbit Darul Haq ~
Read More

Jumat, 15 April 2016

Install AYAT Aplikasi Quran lengkap di Linux Ubuntu

   

Berikut tutorial singkat menginstal Aplikasi 'AYAT' pada Linux Ubuntu, aplikasi Al Qur'an bagus yang dibuat dan dikembangkan oleh King Suud University (KSU) Saudi Arabia. Berikut sedikit devinisi aplikasi Ayat ini pada web KSU :
Ayat is a cross platform Quranic software with unique features, translated to many languages. currently installed on more 1,000,000 PC world wide.
 Bagi yang ingin mencoba secara online, bisa masuk ke http://quran.ksu.edu.sa/index.php?l=en ,

Untuk instalasi pada Sistem Operasi Windows, tinggal download aplikasinya di http://quran.ksu.edu.sa/ayat/?l=en kemudian install seperti biasa.

Untuk instalasi pada Linux Ubuntu, berikut tutorial singkat nya :

Cara ini bisa digunakan pada Ubuntu 16.04/15.10/15.04/14.04/12.04/Linux Mint 17.x/17/13 dan sejenisnya.

Pertama Install Adobe Air terlebih dahulu .

Buka terminal, jalankan command :

Setelah instalasi Adobe Air berhasil kemudian download Aplikasi Ayat nya dari web KSU langsung, silahkan masuk ke http://quran.ksu.edu.sa/ayat/?l=en
dan pilih yang Ubuntu,
Selanjutnya Ekstrak Hasil download tadi, akan ada beberapa file, diantaranya Ayat-v1.4.air. Klik kanan file tersebut dan pilih Open With Adobe Air.
 
Kemudian akan ada tampilan instalasi seperti pada umumnya, ikuti langkahnya sampai finish.




Setelah selesai proses instalasi, klik Finish. 
Maka akan otomatis membuka Aplikasi Ayat
 
Silahkan di eksplorasi menu-menu yang terdapat dalam aplikasi tersebut, banyak sekali yang bermaanfaat.

Semoga bermanfaat,

Sumber : 
Read More

Ceramah Islam : Pembahasan Kehidupan Setelah Kematian


Pembahasan Materi Kehidupan Setelah Kematian Oleh Uztadz Abdullah Zaen MA, dibagi menjadi beberapa bagian , yang diambil dari Kitab Ushulus Sunnah karya Imam Ahmad Rahimahulullah, berikut pembagian nya :


Untuk mendownloadnya, silahkan klik pada Judul Materi diatas, atau bisa lewat alternatife download link via mediafire (pilih salah satu saja) .
Kesemua link tersebut diambil dari sumber : sini  
Silahkan bagi yang ingin mendownload langsung dari sumbernya, 
Semoga bermanfaat, :)
Read More

Download Murottal Al Quran Ustadz Ulin Nuha


Beberapa Murottal yang sering kami dengarkan selain Murottal dari Ustadz Abu Usamah, juga ada murottal Ustadz Ulin Nuha, untuk lebih lengkapnya bisa di cari di youtube atau dengan klik disini , daftar Surat nya antara lain :
1. Surat An Naba
2. Surat An Naziat
3. Surat Abasa
4. Surat At Taqwir
5. Surat Al Infithor
6. Surat Al Muthafifin

Kami telah convert kan menjadi format mp3 supaya lebih mudah di gunakan, berikut link download nya : download

7. Surat Al Fatihah dan Al Baqarah Ayat 1 - 141 = download dari sumbernya atau download via mediafire  (silahkan pilih salah satu)

Read More

Download Murottal Ustadz Abu Usamah

Read More