Jumat, 15 April 2016

Install AYAT Aplikasi Quran lengkap di Linux Ubuntu

   

Berikut tutorial singkat menginstal Aplikasi 'AYAT' pada Linux Ubuntu, aplikasi Al Qur'an bagus yang dibuat dan dikembangkan oleh King Suud University (KSU) Saudi Arabia. Berikut sedikit devinisi aplikasi Ayat ini pada web KSU :
Ayat is a cross platform Quranic software with unique features, translated to many languages. currently installed on more 1,000,000 PC world wide.
 Bagi yang ingin mencoba secara online, bisa masuk ke http://quran.ksu.edu.sa/index.php?l=en ,

Untuk instalasi pada Sistem Operasi Windows, tinggal download aplikasinya di http://quran.ksu.edu.sa/ayat/?l=en kemudian install seperti biasa.

Untuk instalasi pada Linux Ubuntu, berikut tutorial singkat nya :

Cara ini bisa digunakan pada Ubuntu 16.04/15.10/15.04/14.04/12.04/Linux Mint 17.x/17/13 dan sejenisnya.

Pertama Install Adobe Air terlebih dahulu .

Buka terminal, jalankan command :

Catatan :
Untuk Linux 64 bit (dalam kasus ini saya menggunakan Linux Mint Debian Editon 2 [ LMDE 2 ] 64 bit), apabila langkah diatas belum berhasil, atau apabila Adobe Air tersebut tidak bisa menjalankan file Ayat-v1.4.air , maka coba install adobe air dengan perintah berikut :
wget -O adobe-air_amd64.deb http://drive.noobslab.com/data/apps/AdobeAir/adobeair_2.6.0.2_amd64.deb
sudo dpkg -i adobe-air_amd64.deb
sudo apt-get install -f && rm adobe-air_amd64.deb

Setelah instalasi Adobe Air berhasil kemudian download Aplikasi Ayat nya dari web KSU langsung, silahkan masuk ke http://quran.ksu.edu.sa/ayat/?l=en
dan pilih yang Ubuntu,
Selanjutnya Ekstrak Hasil download tadi, akan ada beberapa file, diantaranya Ayat-v1.4.air. Klik kanan file tersebut dan pilih Open With Adobe Air.
 
Kemudian akan ada tampilan instalasi seperti pada umumnya, ikuti langkahnya sampai finish.




Setelah selesai proses instalasi, klik Finish. 
Maka akan otomatis membuka Aplikasi Ayat
 
Silahkan di eksplorasi menu-menu yang terdapat dalam aplikasi tersebut, banyak sekali yang bermaanfaat.

Semoga bermanfaat,

Sumber : 
Read More

Ceramah Islam : Pembahasan Kehidupan Setelah Kematian


Pembahasan Materi Kehidupan Setelah Kematian Oleh Ustadz Abdullah Zaen MA, dibagi menjadi beberapa bagian , yang diambil dari Kitab Ushulus Sunnah karya Imam Ahmad Rahimahulullah, berikut pembagian nya :


Untuk mendownloadnya, silahkan klik pada Judul Materi diatas, atau bisa lewat alternatife download link via mediafire (pilih salah satu saja) .
Kesemua link tersebut diambil dari sumber : sini  
Silahkan bagi yang ingin mendownload langsung dari sumbernya, 
Semoga bermanfaat, :)
Read More

Download Murottal Al Quran Ustadz Ulin Nuha


Beberapa Murottal yang sering kami dengarkan selain Murottal dari Ustadz Abu Usamah, juga ada murottal Ustadz Ulin Nuha, untuk lebih lengkapnya bisa di cari di youtube atau dengan klik disini , daftar Surat nya antara lain :
1. Surat An Naba
2. Surat An Naziat
3. Surat Abasa
4. Surat At Taqwir
5. Surat Al Infithor
6. Surat Al Muthafifin

Kami telah convert kan menjadi format mp3 supaya lebih mudah di gunakan, berikut link download nya : download

7. Surat Al Fatihah dan Al Baqarah Ayat 1 - 141 = download dari sumbernya atau download via mediafire  (silahkan pilih salah satu)

Read More

Download Murottal Ustadz Abu Usamah


Mohon maaf untuk murottal yang sebelumnya pada juz 1 ada banyak kerusakan pada file, sehingga murottal terpotong / lompat beberapa ayat ke depan. Berikut kami uploadkan murottal yang baru pada juz 1 nya. Semoga bermanfaat.

Berikut murottal Ustadz Abu Usamah juz 1 baru, 29 , 30 (lengkap semua surat). :
File berikut berekstensi .zip, sehingga cocok di download dari komputer / laptop.

Link download Murottal Ustadz Abu Usamah Juz 1, 29 dan 30 :

https://www.mediafire.com/?16a2e4xaylo3yx6

Untuk pengguna dari smartphone / lainnya. atau juga dari komputer dan laptop bisa mendownload melalui link alternatif berikut ini dan juga bisa di putar di playlist.
Link alternatif Archive.org :
https://archive.org/details/MurottalUstadzAbuUsamahJuz1AlFatihahDanAlBaqarah (juz 1)
https://archive.org/details/067AlMulk_201611 (juz 29 dan 30)

Tambahan :

Murottal Abu Usamah Juz 29 (1 file) dari youtube
link youtube : https://www.youtube.com/watch?v=JxAuB9EbjUI
link download : mediafire
link download (play) : archive

sumber Juz 29, dan 30 : http://moslemsunnah.wordpress.com/2009/12/03/download-murottal-abu-usamah-radio-rodja/

sumber Juz 1 baru (audio tidak rusak / terpotong) : https://www.youtube.com/watch?v=tIiL5uPpC2I

Murottal lainnya : Murottal Ustadz Ulin Nuha

Semoga bermanfaat,

Baca Juga :
Jangan Khawatirkan Rezekimu
Gupak pulute ora mangan nangkane
Mainan itu bernama Dunia
Dampak Buruk Maksiat
Shaidul Khatir Ibnul Jauzi
Read More

Aplikasi AL-Qur'an di Android dan Ipad



Patut dicoba aplikasi iQuran di android, sudah tersedia terjemahan bahasa indonesia juga dan gratis. Jika kita membeli versi premium (berbayar) dengan harga sekitar Rp. 25.000 kita juga sudah bisa mengaktifkan menu audio murottal dari syeikh-syeikh terkenal, jadi kita bisa membaca sambil mendengarkan , 

Untuk yang gratis bisa download di sini : download gratis 
Untuk yang berbayar, bisa di download disini : iquran premium

Saya sangat merekomendasikan untuk membeli versi pro nya (premium) , karena sangat bermanfaat sekali kita bisa membaca sambil mendengarkan murottal secara langsung dari aplikasi, sehingga kita bisa memperbaiki bacaan AlQuran kita.

Sangat tidak disarankan mencari-cari , kemudian mendownload dan menggunakan versi bajakan dari iquran pro tanpa izin dari pihak developer, bagaimana mungkin kita mau mencari pahala tetapi dengan cara yang tidak baik.

Sedangkan untuk Ipad, Aplikasi Iquran bisa diinstall tetapi tidak maksimal. Untuk versi free nya, tidak ada untuk translasi bahasa Indonesia, dan banyak sekali fungsi yang tidak diberikan seperti pada android. Solusinya adalah dengan mendownload Al Qur'an berbentuk ebook, Apabila hanya ingin membaca Al Qur'an saja (tanpa terjemah) mungkin bisa menggunakan Al Qur'an Mushaf Madinah PDF , apabila ingin yang ada terjemahannya, bisa menggunakan Al Quran dengan Terjemah Indonesia yang berbentuk EPUB (silahkan klik tautan tersebut untuk mendownload nya). Kedua file tersebut bisa dibuka dengan aplikasi ibooks pada Ipad, dan hasilnya sangat memuaskan.

semoga bermanfaat..,
Read More

Download Murottal dengan Terjemahan Bahasa Indonesia


Beberapa waktu yang lalu saat sedang bersandar santai sembari mendengarkan radio ditengah sunyinya malam kota jogja, tak sengaja melintasi channel MQ Radio dan mendengarkan ada Bacaan Tartil Al-Qur'an disana, kemudian saya mendengarkan. Dan ternyata Tartil Al Quran tersebut disertai dengan terjemahan Bahasa Indonesia. Beberapa hari kemudian langsung browsing dan menemukan link download lengkapnya.

Untuk anda yang ingin mendownload langsung file tersebut, dapat langsung memasuki ke alamat  : https://drive.google.com/open?id=0B7zJ2OmxYY6DZTNBcFpyenNkNEk .

Semoga bermanfaat bagi semuanya..,
Read More

Senin, 11 April 2016

Resensi Buku Shaidul Khatir Ibnul Jauzi Pustaka Darul Haq


Buku ini merupakan nasihat, bimbingan dan arahan yang bisa mengingatkan kita akan makna hakiki dari kehidupan. Dalam “Buku Shaidul Khathir Untaian Renungan Penuh Hikmah Pembangkit Energi Takwa” ini, ibnul jauzi menjelaskan tentang rahasia dan makna dari sebuah kehidupan, bagaimana seharusnya cara pandang dan sikap seorang Mukmin terhadap diri sendiri, lingkungan, orang-orang yang ada di sekitarnya, dan peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam hidupnya
Beliau juga menjelaskan pentingnya mawas diri, cara menjauhkan diri dari kelalaian, cara mengalahkan hawa nafsu, sebab-sebab keresahan dan kegundahan hati, dan juga tema-tema lainnya yang akan memperdalam ma’rifat kita kepada Allah dan membangun jiwa kita sehingga kita dapat menjadi pribadi yang bertakwa.
Selain itu, dalam buku ini dibahas pula tentang akhlak, adab, etika pergaulan, arahan-arahan berharga untuk mengatur kehidupan, dan nasihat-nasihat yang beliau tujukan untuk berbagai kalangan, seperti nasihat untuk orang yang sudah lanjut usia, suami, istri, penuntut ilmu, penceramah atau pemberi nasihat, dan lain sebagainya.
Untaian nasihat dan pesan di dalam buku ini penuh hikmah, sangat bernilai dan menyentuh kalbu. Semuanya merupakan buah pemikiran dan perenungan yang sangat mendalam dari penulisnya, bahkan sebagiannya merupakan pengalaman pribadi beliau.
Semoga buku ini bisa menjadi salah satu sarana bagi saudara untuk menuju pribadi yang benar-benar bertakwa kepada Allah ‘azza wa jalla.

sumber : buku shaidul khatir terbitan darul haq.

Beberapa artikel Shaidul Khatir bisa dilihat di halaman ini

diharapkan agar pembaca membeli buku aslinya, 
Read More

Minggu, 10 April 2016

Sebab-sebab (datangnya) Hukuman


Terbetik dalam benakku suatu pemikiran mengenai berbagai musibah berat dan ujian besar yang sering terjadi menimpa banyak orang di semesta ini, yang berkesudahan pada puncak klimaks nya yang sangat rumit!
Aku pun mengatakan, "Subhanallah ! Sungguh, Allah adalah Yang Maha Pemurah di antara yang bermurah hati, dan konsekuensi kemurahan adalah mau memberi maaf; maka ada apa dibalik hukuman ini?" Maka akupun memikirkannya.
Ternyata aku dapatkan bahwa banyak manusia yang keberadaan mereka bagaikan tidak ada. Mereka tidak mau mencari bukti-bukti keesaan-Nya dan tidak mau memperhatikan perintah-perintah dan larangan-larangan Allah Ta'ala . Mereka hanya mengikuti kebiasaan mereka saja, tak ubahnya seperti binatang ternak. Bila ajaran Syariat sesuai dengan keinginan mereka, (mereka akan mengambilnya). Kalau tidak, maka yang dijadikan sebagai acuan adalah tujuan pribadi mereka! kemudian setelah mendapatkan dinar (baca:uang), mereka pun tidak mau peduli lagi ; apakah didapatkan dari yang halal ataukah yang haram? Kalau Shalat terasa mudah bagi mereka, mereka melakukannya, namun bila tidak, mereka akan meninggalkannya. Diantara mereka ada yang menerjang dosa-dosa besar dengan terang-terangan; dan bisa jadi pengetahuan ulama mereka begitu hebat, namun dosa-dosanya bertumpuk-tumpuk !
Maka aku tahu bahwa hukuman -meski berat sekalipun- masih ringan dibanding perbuatan dosa mereka.
Apabila turun suatu hukuman untuk membersihkan dosa, maka orang yang meminta pertolongan berteriak , "Duhai karena dosa apakah hal ini terjadi?!" Dia lupa dosa-dosa yang dulu pernah diperbuat yang membuat bumi ikut bergoncang disebabkan sebagian dosa!
Terkadang seorang yang sudah renta diperlakukan dengan hina pada masa tuanya, sehingga hati (manusia) menaruh kasihan padanya. Dia tidak tahu bahwa hal itu terjadi dikarenakan dia telah meremehkan hak Allah Ta'ala pada masa mudanya.
Jadi kapanpun engkau melihat seorang yang tengah mendapatkan hukuman, ketahuilah itu karena dosa

~ Shaidul Khatir, Ibnul Jauzi, Penerbit Darul Haq ~
Read More

Keharusan mempersiapkan bekal untuk kepergian


Suatu keharusan bagi orang yang berakal untuk mengambil bekal kepergiannya (dari dunia); karena dia tidak tau kapan keputusan Tuhannya akan datang mengejutkannya? Diapun tidak tau kapan dia akan dipanggil?
Sungguh, aku lihat banyak orang yang terpedaya oleh masa muda. Mereka lupa telah kehilangan teman sejawat, dan terbuai panjangnya angan-angan.
Orang yang cerdik adalah orang yang memberikan setiap waktunya untuk menunaikan apa yang menjadi kewajibannya. Sekiranya kematian datang menjemputnya tiba-tiba, maka dia sudah terlihat bersiap-siap. Dan bila dia mendapatkan apa yang dia angankan, maka dia akan bertambah baik.

~ Shaidul Khatir, Ibnul Jauzi, Penerbit Darul Haq ~
Read More

Hukuman yang paling Berat


Hukuman yang paling besar adalah kala orang yang dihukum tidak merasa kalau dia sedang dihukum. Lebih parah lagi adalah kala dia merasa senang dengan sesuatu yang sebenarnya merupakan hukuman; seperti senang karena mendapatkan harta yang haram, dan bisa melakukan dosa dengan laluasa. Orang yang keadaannya seperti ini, dia tidak akan bisa mendapatkan ketaatan

~ Shaidul Khatir, Ibnul Jauzi, Penerbit Darul Haq ~
Read More

Menjauhi tempat-tempat fitnah


Barangsiapa yang mendekati fitnah, niscaya keselamatan jauh darinya. Siapa yang mengklaim dirinya bersabar, maka urusannya akan diserahkan pada dirinya sendiri. Berapa banyak pandangan yang tak diberi kesempatan untuk menikmatinya lagi (karena siksanya tidak ditangguhkan, namun langsung ditimpakan seketika itu juga). Dan hal yang paling pantas untuk dijaga dan dikendalikan (walau) secara paksa adalah lidah dan mata.
Maka berhati-hatilah ! .Hati-hatilah, jangan sampai engkau tertipu dengan tekadmu untuk meninggalkan hawa nafsu, namun masih engkau barengi dengan mendekati fitnah;karena hawa nafsu benar-benar bisa memperdaya ! Berapa banyak ksatria pemberani yang (karena lengah) dibunuh secara diam-diam di medan laga. Datang kepadanya sesuatu yang tidak diduga-duga, berupa sosok yang orang-orang yang enggan untuk melihatnya.

~ Shaidul Khatir, Ibnul Jauzi, Penerbit Darul Haq ~
Read More

Hal-hal yang paling mengherankan diantara Hal-hal yang mengherankan


Orang yang memikirkan kesudahan dunia, dia kan berhati-hati. Dan orang yang yakin betapa panjang jalan (yang harus dilalui), dia akan mempersiapkan bekal untuk perjalanan.
Betapa mengherankan perkara dirimu wahai orang yang yakin dengan suatu hal kemudian malah melupakannya; dan tahu betul bahaya kondisi (yang dihadapi) namun kemudian malah menerjangnya. Dan engkau takut kepada manusia padahal Allah-lah yang berhak engkau takuti !
Nafsumu mengalahkan pada sesuatu yang engkau duga, namun engkau tidak bisa mengalahkan nafsumu pada sesuatu yang engkau yakini !
Hal yang paling mengherankan diantara hal-hal yang mengherankan adalah kegembiraanmu atas ketertipuan dirimu , dan lupanya dirimu dalam kesia-siaan akan (balasan setimpal) yang disembunyikan (disiapkan) untukmu. Engkau tertipu dengan kesehatanmu dan melupakan sudah dekatnya sakit. Engkau gembira dengan keselamatanmu , lali akan kepedihan yang sudah dekat. Kematian orang lain telah memperlihatkan kepadamu akan kepastian kematianmu. Pembaringan akhir orang lain telah menampakkan pembaringanmu sebelum engkau mati . Upayamu menggapai kenikmatan hidup telah membuatmu sibuk dari mengingat hancurnya eksistensi dirimu. 


Seolah engkau belum mendengar berita mereka yang telah berlaluDan belum melihat pada orang-orang yang masih tersisa apa yang diperbuat masaKalau engkau tak tahu , maka itulah negeri merekaYang telah diterpa gelombang angin dan pusara sepeninggalmu
~ Shaidul Khatir, Ibnul Jauzi, Penerbit Darul Haq ~ 
Read More

Faidah mengamati kesudahan perkara


Barangsiapa yang sejak awal memperhatikan kesudahan dari berbagai perkara dengan mata hatinya, niscaya dia akan mendapatkan kebaikan dan selamat dari keburukannya. Sedangkan orang yang tidak memperhatikan kesudahan berbagai perkara, maka perasaan akan mendominasi dirinya. Maka keselamatan yang sebenarnya dia cari, justru akan berbalik menjadi kepedihan; dan kenyamanan yang sebetulnya dia dambakan, akan berbalik menjadi kepayahan.
Penjelasan akan hal ini pada masa yang akan datang bisa menjadi jelas dengan mengingat hal-hal yang telah lalu : yaitu engkau tak lepas dari dua keadaan, yakni :
Sepanjang umurmu engkau taat kepada Allah , atau durhaka kepada-Nya; lalu dimanakah kenikmatan maksiatmu itu sekarang? Dan dimanakah sekarang rasa letih yang disebabkan ketaatan yang engkau kerjakan dahulu? Sungguh jauh bedanya; masing-masing pergi dengan membawa apa yang ada padanya.
Andai saja dosa-dosa itu bila ditinggalkan akan membuatmu terbebas dari duka nestapa.
Aku perjelas lagi tentang hal ini : Gambarkan saat-saat kematian menjelang, dan lihatlah betapa pahitnya penyesalan atas kelalaian. Aku tidak mengatakan ia (kematian) mengalahkan (melupakan) manisnya kenikmatan; karena manisnya kenikmatan telah beralih rupa menjadi buah yang pahit, sehingga yang tersisa hanyalah pahitnya kesedihan tanpa ada sesuatu yang melawannya.
Apakah engkau belum tahu juga bahwa segala hal tergantung pada kesudahannya?! 
Maka perhatikanlah kesudahan segala perkara, niscaya engkau akan selamat. Dan janganlah engkau hanyut bersama hawa nafsu, karena engkau akan menyesal.

~ Shaidul Khatir, Ibnul Jauzi, Penerbit Darul Haq ~
Read More

Jumat, 08 April 2016

10. Kemaksiatan Akan Melahirkan Kemaksiatan Lain yang Semisalnya


Kemaksiatan akan menanam benih kemaksiatan lain yang semisalnya. Sebagaimana melahirkan sebagian yang lain. Sampai-sampai, pelakunya merasa sulit untuk meninggalkan dan keluar dari maksiat tersebut.
Perkataan Salaf :
Hukuman dari keburukan adalah munculnya keburukan setelahnya, sedangkan ganjaran dari kebaikan adalah munculnya kebaikan sesudahnya. Jika seorang hamba melakukan kebaikan, maka kebaikan lain akan berkata kepadanya “amalkan aku juga.” Apabila ia melakukannya, maka kebaikan yang lain lagi akan mengatakan hal serupa, demikianlah seterusnya. Alhasil, berlipatgandalah keuntungannya dan bertambahlah kebaikannya. Demikian pula dengan maksiat. Hal ini terus berlangsung hingga ketaatan atau kemaksiatan menjadi suatu sifat dan kebiasaan yang melekat dan tetap pada diri seseorang.
Al-Hasan bin Hani dalam syairnya :
Segelas (khamer) yang kuminum terasa lezat,
Namun berikutnya hanyalah penyembuh dari yang pertama.
*Al-Hasan bin Hani adalah Abu Nuwas (di Indonesia disebut Abu Nawas) yang meninggal pada tahun 198 H.
Read More

9. Kemaksiatan Memperpendek Umur dan Menghilangkan Keberkahannya


Jika seseorang berpaling dari Allah dan sibuk dengan kemaksiatan maka sirnalah kehidupan hakikinya yang kelak dia temui. Pelakunya akan merasakan akibat kemaksiatan tersebut pada hari ketika ia mengungkapkan penyesalannya.
Rahasia masalah ini terletak pada pengertian umur manusia sebagai masa hidupnya. Tidak ada kehidupan baginya kecuali dengan mendekatkan diri kepada Rabbnya, menikmati dzikir dan kecintaan kepada-Nya, serta mengutamakan ridha-Nya.

Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini.
( QS. Al-Fajr : 24 )
Read More

8. Maksiat Menghalangi Ketaatan


Banyak sekali ketaatan yang terputus karena dosa. Padahal, satu ketaatan, lebih baik daripada dunia beserta isinya. Hal ini bagaikan seseorang yang memakan suatu hidangan yang menyebabkannya sakit berkepanjanngan sehingga ia tidak bisa lagi menikmati berbagai hidangan yang lebih enak daripada hidangan tadi.


















Read More

7. Maksiat Melemahkan Hati dan Badan


Dampak buruk maksiat dengan melemahnya hari merupakan perkara yang tampak dengan jelas, bahkan akan senantiasa memperlemahnya hingga berhasil memadamkan cahaya hati secara keseluruhan. Adapun pengaruhnya yang melemahkan badan dikarenakan kekuatan seseorang Mukmin bersumber dari hati. Jika hatinya kuat, maka badannya juga demikian.
Adapun orang yang berdosa adalah orang yang paling lemah ketika dibutuhkan, meskipun memiliki tubuh yang kuat.
Read More

6. Maksiat Menghadirkan Kegelapan ke Dalam Hati Pelakunya


Pelaku maksiat merasakan kegelapan di dalam hatinya sebagaimana merasakan gelapnya malam jika telah larut. Ketaatan adalah cahaya dan maksiat adalah kegelapan. Jika kegelapan mengaut, maka kebingungan juga bertambah sehingga pelakunya terjatuh dalam berbagai bid’ah dan perkara yang membinasakan, sedangkan ia tidak menyadarinya.
Kegelapan maksiat akan menguat hingga terlihat di mata, lalu menguat lagi sampai menyelimuti wajah, dan menjadi tanda hitam, hingga setiap orang mampu melihatnya.
Abdullah bin Abbas berkata :
Sesungguhnya kebaikan mempunyai sinar di wajah, cahaya hati, kelapangan dalam rizki, kekuatan pada tubuh, serta cinta di hati para makhluk. Sesungguhnya keburukan memiliki tanda hitam di wajah, kegelapan di hati, kelemahan di tubuh, kekurangan dalam rizki, serta kebencian di hati para makhluk.
*Dalam keterangan riwayat di buku dikatakan penulis belum menemukan atsar tsb yang sumbernya dari Ibnu Abbas Radiallahu anhu. Namun ada yang semisal dengannya berupa penggalan perkataan Ibrahim bin Adham yang diriwayatkan al-Baihaqi dalam asy-Syu’ab (no.6828). Hal ini juga diriwayatkan Abu Nu’aim dalam al-Hilyah (II/161) secara mar’fu dari Anas, tetapi itu adalah hadist munkar, sebagaimana komentar Abu Hatim dalam Ilalul Hadiist (1909).
Read More

5. Maksiat Membuat Semua Urusan Dipersulit


Sekiranya orang itu bertakwa kepada Allah, niscaya urusannya dipermudah oleh-Nya. Begitu pula sebaliknya, siapa yang mengabaikan takwa niscaya urusannya akan dipersulit oleh-Nya. Bagaimana mungkin seorang hamba menyaksikan pintu-pintu kebaikan dan kemaslahatan tertutup serta jalan-jalan menjadi sulit, tetapi dia tidak mengetahui dari mana asalnya?
Read More

4. Maksiat Mengakibatkan Pelakunya Terasa Asing di Antara Orang-Orang Baik


Merasa terasing dari orang lain pasti dialami pelaku maksiat, terutama terhadap orang-orang baik di antara mereka. Pelaku maksiat semakin dekat dengan hizbusy syaithan (golongan syaitan) sesuai dengan kadar jauhnya dia dari hizbur Rahmaan (golongan Allah).
Sebagian para salaf berkata:
Aku pernah bermaksiat kepada Allah, lalu kurasakan bahwa kemaksiatan itu memengaruhi tingkah laku istri dan hewan tungganganku.
Read More

3. Maksiat Menyebabkan Kehampaan Hati dari Mengingat Allah


Meskipun seluruh kelezatan dunia terkumpul padanya, tetap saja tidak akan mampu menutupi rasa hampa tersebut. Tidak ada yang terasa lebih pahit bagi hati daripada kehampaan yang disebabkan dosa di atas dosa.

Kata seorang penyair:

Apabila engkau telah merasa hampa karena dosa;
Maka tinggalkanlah ia, jika kau mau,
dan raihlah kebahagiaan.
Read More

2. Maksiat Menghalangi Datangnya Rizki


Sebagaimana takwa kepada Allah adalah perkara yang mendatangkan rizki, maka meninggalkan takwa akan menyebabkan kefakiran. Disebutkan dalam al-Musnad, dari Tsuban, dia mengatakan bahwa Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya seserang itu benar-benar terhalangi dari rizki karena dosa yang dilakukannya.”
Al-Musnad (V/277). Hadist ini diriwayatkan juga oleh Ibnu Majah (4022), al-Hakim, Ibnu Abi Syaibah, dan lainnya.
Read More

Kamis, 07 April 2016

Kelalaian dan Mawas Diri


Terkadang muncul mawas diri (kesadaran) kala seseorang tengah mendengarkan wejangan. Namun kala dia sudah berpisah dari majelis ilmu tersebut, kerasnya hati dan kelalaian pun muncul kembali. Aku pun merenungkan penyebab hal itu. Akhirnya aku pun tahu. Dan aku perhatikan orang-orang berbeda-beda dalam masalah ini. Kondisi umumnya orang-orang, bahwa saat mendengar dan seusai mendengar wejangan, hati tidak mempunyai sifat mawas diri yang sama dikarenakan dua sebab:

Pertama: Bahwa wejangan itu bagaikan cambuk. Dan cambuk sendiri setelah masa reaksinya habis tidak lagi menyakitkan seperti halnya rasa sakit kala cambuk itu di pukul kan.

Kedua : Dalam kondisi tengah mendengarkan wejangan, seseorang menyingkirkan penyakit hatinya ketika itu. Dia kosongkan badan dan pikirannya dari berbagai tendensi duniawi dan dia mendengarkan dengan seksama sepenuh hati. Namun kala dia kembali pada kesibukannya, dia pun terjerat virus yang bersarang dalam aktifitas dunianya. Maka bagaimana mungkin kondisi hatinya menjadi seperti kondisi sebelumnya yaitu saat tengah mendengar wejangan?

Kondisi ini berlaku umum bagi semua orang. Hanya saja orang-orang yang punya mawas diri berbeda-beda dalam hal sejauh mana pengaruh tersebut terus tetap membekas dalam dirinya.

Diantara mereka ada yang punya tekat bulat tanpa ada keraguan. Dia terus melenggang tanpa menoleh. Andaikan tabiat jiwa menghentikan langkah mereka, pastilah mereka meradang, sebagaimana yang diungkapkan Hanzhalah mengenai dirinya,

“Hanzhalah sudah terjangkit nifak (sifat munafik)” [HR Muslim 2750]
Diantara mereka ada pula orang-orang yang tabiat mereka sesekali condong kepada kelalaian, dan wejangan-wejangan tadi kadang bisa memotivasi mereka untuk beramal. Maka mereka ini bagaikan bulir padi yang diombang-ambingkan angin.Adalagi orang-orang yang mana wejangan tidak berpengaruh pada mereka kecuali sebatas apa yang dia dengar, seperti halnya air yang engkau gulirkan di atas batu yang halus.

~ Shaidul Khatir, Ibnul Jauzi, Penerbit Darul Haq ~
Read More

Rabu, 06 April 2016

1. Maksiat menghalangi masuknya ilmu


Ilmu adalah cahaya yang Allah masukkan ke dalam hati, sedangkan maksiat adalah pemadam cahaya cahaya tersebut. Ketika Imam Asy-Syafi'i duduk sambil membacakan sesuatu dihadapan Imam Malik, kecerdasan dan kesempurnaan pemahamannya membuat syaikh ini (Imam Malik) tercengang.
Beliau pun berujar: "Sesungguhnya aku memandang bahwa Allah telah memasukkan cahaya kedalam hatimu, maka janganlah kamu memadamkan cahaya tersebut dengan kegelapan maksiat."
Imam Syafi'i berkata dalam syairnya
aku mengadu kepada Waki' tentang buruknya hafalanku,
dia menasehatiku agar aku tinggalkan kemaksiatan
dia pun berkata: "Ketahuilah, sesungguhnya ilmu itu karunia,
dan karunia Allah tidak akan diberikan pada orang bermaksiat."
[Lihat diwan asy-syafi'i(hlm.54)]
Read More

Dampak-dampak buruk maksiat

Read More

Mainan itu bernama Dunia

Setiap dari kita tentu pernah mengalami masa kanak-kanak. Masa yang begitu indah sekaligus menggelikan. Barangkali ada di antara kita yang dahulu saat masih kecil pernah kehilangan mainan kesayangan. Masih ingat bagaimana respon kita saat itu? Menangis berjam-jam, bahkan mungkin sampai berhari-hari? Sekarang setelah dewasa, bila teringat perilaku itu, tentu kita akan tertawa geli, “Koq bisa begitu ya efeknya? Padahal kan cuma mainan biasa yang remeh?!”. Kita bisa berkomentar seperti itu saat ini, sebab kita sudah bertambah usia dan semakin matang dalam berpikir.
Ketahuilah bahwa sejatinya pandangan seseorang terhadap dunia, juga akan terpengaruh dengan semakin bertambah ‘kedewasaan’ dia dalam beriman. Semakin tebal imannya, maka akan semakin sadar betapa remehnya dunia. Sebaliknya bila kita masih mendewakan dunia, berarti itu pertanda iman kita masih ‘kekanak-kanakan’.[1]
Allah ta’ala menggambarkan hakikat dunia dalam firman-Nya,
“وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ”
Artinya: “Kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kalian mengerti?”.QS. Al-An’am (6): 32.
Aplikasi Teori
Begitulah kira-kira teori orang yang beriman dalam memandang hakikat dunia. Dunia hanyalah permainan. Penerapan teori tersebut dalam kehidupan sehari-hari antara lain demikian;
Pertama: Jangan terlalu sedih manakala kehilangan dunia
Ilustrasi yang kami paparkan di awal makalah diharapkan bisa memperjelas poin ini. Saat kita kehilangan barang, ditinggal orang yang kita cintai, gagal dalam berbisnis dan yang semisal itu, janganlah mau berlarut-larut dalam kesedihan. Introspeksi mengoreksi kesalahan, bagus. Tapi berlama-lama dalam kegalauan, jangan! Sebab apapun yang kita miliki di dunia ini, merupakan titipan dari Allah. Cepat atau lambat pasti akan diambil oleh-Nya.
Kedua: Jangan terlalaikan dari kehidupan hakiki (akhirat)
Permainan kita di dunia ini janganlah membuat kita terbuai, sehingga melupakan rumah kita yang sebenarnya, yakni di akhirat. Kita di dunia ini hanyalah “mampir ngombe” begitu kata orang Jawa.
Hadits sahih berikut insyaAllah membantu kita untuk memahami konsep barusan.
Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu bertutur,
“نَامَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى حَصِيرٍ فَقَامَ وَقَدْ أَثَّرَ فِي جَنْبِهِ، فَقُلْنَا: “يَا رَسُولَ اللهِ لَوِ اتَّخَذْنَا لَكَ وِطَاءً”، فَقَالَ: “مَا لِي وَلِلدُّنْيَا؟ مَا أَنَا فِي الدُّنْيَا إِلاَّ كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا”.
“Suatu hari Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam tidur di atas tikar. Saat beliau bangun, di tubuhnya membekas garis-garis tikar. Maka kami pun berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana bila kami membuatkan kasur untukmu?”.
Beliau menjawab, “Apa kepentinganku di dunia ini? Aku di dunia ini hanyalah bagaikan seorang musafir yang bernaung di bawah sebuah pohon. Setelah itu ia pergi meninggalkannya”. HR. Tirmidzy dan beliau menyatakan hadits ini hasan sahih.
Semoga makalah singkat ini membantu kita untuk memahami hakikat dunia…
@ Pesantren ”Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 22 Jumadal Ula 1435 / 13 Maret 2015
 [1] Cermati: Tafsîr as-Sa’dy (hal. 216).
gambar : http://www.teropongbisnis.com/wp-content/uploads/2014/05/27-1.Rahasia-Sukses-Besar-dalam-Bisnis-Mainan-Anak-3-Portal-27-April.jpg
Read More