Minggu, 01 Januari 2017

Rahasia-rahasia yang Terpendam dalam Jiwa


Aku perhatikan tentang dalil-dalil adanya Allah Yang Maha Haq, maka aku mendapatkannya lebih banyak dari butiran pasir. Dan aku perhatikan yang paling menakjubkan adalah :

Bahwa kadang manusia menyembunyikan hal yang tidak diridhai oleh Allah, lalu Allah menampakkannya pada dirinya meski setelah berlalu beberapa waktu. Atau Allah menjadikan lidah-lidah (manusia) menuturkannya meskipun orang-orang tidak menyaksikannya. Terkadang juga menjadikan si pelaku tertimpa suatu penyakit, di mana Allah mempermalukan si pelaku dengan penyakit di hadapan orang-orang. Sehingga ini menjadi jawaban dari setiap dosa yang dia sembunyikan. Hal itu agar orang tahu bahwa terdapat Dzat yang membalas atas suatu dosa. Tak ada tirai atau penghalang yang bisa menutupi dari takdir dan kuasaNya. Tak ada amal yang sia-sia di sisiNya.

Demikian pula seseorang menyembunyikan ketaatan, maka itu pun akan tampak pula. Orang-orang akan memperbincangkannya dan bahkan (memperbincangkan) lebih dari itu, sampai-sampai mereka pun tak tahu apakah orang itu punya dosa, dan mereka tak ményebut orang  itu, kecuali dengan berbagai kebaikan; agar diketahui bahwa disana ada Rabb yang tidak menyia-nyiakan amal seseorang. Hati manusia benar-benar tahu keadaan seseorang dan mencintainya atau antipati dan mencelanya, atau menyanjungnya sesuai dengan ikatan yang terjalin antara orang tersebut dengan Allah,  karena Allah akan mencukupinya dari segala keresahan, dan menolak darinya setiap keburukan. 

Dan tidaklah seseorang memperbaiki hubungan antara dirinya dengan sesama makhluk tanpa memperhatikan (hubungannya dengan) Allah yang Haq melainkan maksud yang ingin dia capai akan berbalik, dan orang yang memujinya akan berbalik menjadi mencercanya.

- Shaidul Khatir, Ibnul Jauzi, Darul Haq -


EmoticonEmoticon