Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Maksud dan Tujuan Menikah

Aku merenungkan faidah-faidah, makna-makna dan pokok-pokok masalah pernikahan; maka aku melihat bahwa tujuan yang paling utama dari pensyariatannya adalah lahirnya keturunan (regenerasi); karena makhluk hidup (seperti kita) ini selalu selalu mengalami penguraian, kemudian bagian tubuh yang terurai ini akan digantikan oleh makanan, kemudian begian pokoknya akan terurai juga , yang itu tidak bisa digantikan oleh apapun juga. Jadi tubuh manusia ini pasti binasa, sedangkan yang diinginkan adalah terus berkelanjutannya waktu dunia, maka keturunan dijadikan sebagai pengganti dari nenek moyang asalnya.
Dan karena bentuk persetubuhan itu tertolak oleh jiwa yang mulia, berupa membuka aurat dan bertemunya sesuatu yang kurang elok dipandang oleh dirinya sendiri, maka dijadikanlah syahwat birahi untuk mendorong seseorang melakukannya; agar maksud yang diinginkan bisa tercapai.
Kemudian aku perhatikan bahwa tujuan utama ini diikuti juga oleh tujuan yang lain, yaitu mengeluarkan air mani yang bila…

Antara Ilmu dan Amal

Aku renungkan maksud di balik penciptaan manusia, ternyata adalah (agar dia) merendahkan diri (terhadap Allah), dan meyakini bahwa dirinya telah melakukan kekurangan dan memiliki kelemahan. Aku contohkan para ulama dan ahli zuhud yang mengamalkan apa yang mereka punya dalam dua klasifikasi Aku kategorikan (nama-nama berikut)dalam barisan ara ulama:  Malik, Sufyan, Abu Hanifah, Asy-Syafi'i, dan Ahmad. Sedangkan dalam barisan para ahli ibadah: Malik bin Dinar, Rabi'ah, Ma'ruf al-Karkhi, dan Bisyr bin al-Harits. Setiap kali para ahli ibadah bersungguh-sungguh dalam ibadah, maka kondisi diri mereka seolah berkata, "Ibadah kalian manfaatnya hanya dirasakan oleh kalian saja. Yang manfaatnya menjalar pada orang lain hanyalah para ulama. Merekalah pewaris para nabi, para pemimpin di muka bumi. Merekalah yang dijadikan sebagai pegangan. Merekalah yang mempunyai keutamaan apabila mereka menundukkan hati, khusyu', dan tahu kebenaran keadaan tersebut...". Malik bin Dina…

Balasan setipe dengan perbuatan

Barangsiapa yang mencermati perbuatan-perbuatan Sang Pencipta, dia akan melihatnya sesuai dengan timbangan keadilan, dan dia akan melihat balasan sudah menanti orang yang berhak mendapatkan balasan tersebut, meski setelah berselang beberapa waktu. Maka tidak sepantasnya orang (yang zahirnya seolah) dimaafkan dari dosa menjadi terpedaya; karena balasan itu terkadang ditangguhkan.
Di antara dosa yang paling buruk yang telah disediakan untuknya balasan yang besar adalah terus-menerus melakukan dosa, kemudian pelakunya berbasa-basi dengan melakukan Istighfar, shalat dan beribadah. Menurut dia basa basi ini dapat memberi manfaat.
Manusia yang paling besar ketertipuannya adalah orang yang melakukan hal yang dibenci Allah, lalu dia meminta kepada Allah apa yang dia inginkan; Sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadist (yang artinya),
"Orang yang lemah adalah orang yang memperturutkan dirinya pada hawa nafsunya, dan dia mengangankan berbagai macam angan-angan dari Allah (agar Dia memaafka…

Berbagai Peristiwa Dunia dan Akhirat

Aku merenungkan urusan dunia dan akhirat, maka aku dapatkan bahwa peristiwa dunia bisa diindera (dirasakan) dan natural; sedangkan peristiwa akhirat adalah bersifat keimanan dan keyakinan. Hal-hal yang bisa dirasakan (bisa diindera) itu lebih kuat magnetnya bagi orang yang ilmu dan keyakinannya belum kuat.
Berbagai peristiwa akan terus ada dikarenakan banyaknya faktor yang menyebabkannya, maka (banyak) berbaur dengan orang-orang, melihat hal-hal yang indah, dan merasakan hal-hal yang nikmat, ini akan menguatkan (lebih dapat merasakan) berbagai peristiwa indrawi. Sedangkan menyendiri (untuk merenung), berpikir, dan mencermati ilmu akan menguatkan (pengetahuan tentang) berbagai peristiwa akhirat,
Hal ini akan tampak jelas bila seseorang keluar berjalan-jalan di pasar dan melihat berbagai perhiasan dunia, kemudian dia masuk ke pekuburan, maka dia bertafakur dan hatinya menjadi tersentuh; karena dia merasakan ada perbedaan yang begitu jelas antara dua kondisi ini. Penyebab hal ini adalah…

Nilai Waktu

Seorang manusia seyogyanya tahu nilai mulianya zaman dan berharganya waktu, sehingga dia tidak menyia-nyiakan waktunya walau sekejap selain untuk ketaatan, dan mendahulukan ucapan dan amalan yang paling utama baru kemudian yang lebih utama. Hendaknya niatnya dalam melakukan kebaikan selalu dihadirkan, tanpa dihinggapi kelesuan dalam berbagai amalan yang mampu untuk dikerjakan oleh badan. 
Dahulu sekelompok kaum Salaf bergegas-gegas untuk memanfaatkan setiap penggal waktu. Dinukilkan dari Amir bin Abd Qais bahwa ada seorang lelaki yang berkata kepadanya, "Ajaklah aku bercengkrama!" Dia pun menjawab, "(Kalau begitu) tahanlah (peredaran) matahari!" Ibnu Tsabit al-Bunani berkata, "Aku pergi untuk mengajak bicara ayahku, maka ayahku berkata, 'Wahai anakku! Biarkanlah aku, karena aku ini sedang membaca wirid (harian)ku yang keenam'." Sekelompok orang masuk menemui sebagian kaum Salaf pada saat (menjelang) kematiannya, dan (pada waktu itu) dia tengah melakuka…

Memurnikan Amal

Siapa yang ingin menjernihkan kondisi dirinya, maka hendaklah dia bersungguh-sungguh dalam memurnikan amal. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,


"Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak)." (Al-Jin: 16)
Abu Sulaiman ad-Darani berkata, “Barangsiapa yang memurnikan amal , diapun akan dijernihkan (kondisinya), dan barangsiapa yang mengeruhkan amal, diapun akan dikeruhkan. Orang yang berbuat baik di waktu malamnya, dia akan diberi kecukupan di siang harinya, sedangkan orang yang berbuat baik di siang harinya, dia akan dicukupkan pada malam harinya.”
Seorang Syaikh mengelilingi majelis dan berkata, “Barangsiapa yang ingin kesehatannya berkelanjutan, hendaknya dia bertaqwa kepada Alla ‘Azza wa Jalla.”
Al-Fudhail bin Iyadh berkata, “Sungguh aku benar-banar bermaksiat kepada Allah, lalu aku bisa mengenal hal tersebut tercermin pada kelakuan tunggangan dan buda…

Install AYAT Aplikasi Quran lengkap di Linux Ubuntu

Berikut tutorial singkat menginstal Aplikasi 'AYAT' pada Linux Ubuntu, aplikasi Al Qur'an bagus yang dibuat dan dikembangkan oleh King Suud University (KSU) Saudi Arabia. Berikut sedikit devinisi aplikasi Ayat ini pada web KSU : Ayat is a cross platform Quranic software with unique features, translated to many languages. currently installed on more 1,000,000 PC world wide.  Bagi yang ingin mencoba secara online, bisa masuk ke http://quran.ksu.edu.sa/index.php?l=en ,

Untuk instalasi pada Sistem Operasi Windows, tinggal download aplikasinya di http://quran.ksu.edu.sa/ayat/?l=en kemudian install seperti biasa.

Untuk instalasi pada Linux Ubuntu, berikut tutorial singkat nya :

Cara ini bisa digunakan pada Ubuntu 16.04/15.10/15.04/14.04/12.04/Linux Mint 17.x/17/13 dan sejenisnya.

Pertama Install Adobe Air terlebih dahulu .

Buka terminal, jalankan command :

wget -O adobe-air.sh http://drive.noobslab.com/data/apps/AdobeAir/adobe-air.sh chmod +x adobe-air.sh;sudo ./adobe-air…

Ceramah Islam : Pembahasan Kehidupan Setelah Kematian

Pembahasan Materi Kehidupan Setelah Kematian Oleh Ustadz Abdullah Zaen MA, dibagi menjadi beberapa bagian , yang diambil dari Kitab Ushulus Sunnah karya Imam Ahmad Rahimahulullah, berikut pembagian nya :
1. Pembahasan tentang perjalanan anak adam diakhirat bagian 1 :   alternative download 2. Tanda-tanda Hari Kiamat :   alternative download 3. Dahsyatnya Hari Kiamatalternative download 4. Menyusuri Alam Akhiratalternative download 5. Perjalanan Hidup Sesudah Mati : alternative download 6. Keadaan Orang Kafir dan Munafik di akhirat  : alternative download 7. Ketika Kematian Telah Matialternative download
Untuk mendownloadnya, silahkan klik pada Judul Materi diatas, atau bisa lewat alternatife download link via mediafire (pilih salah satu saja) . Kesemua link tersebut diambil dari sumber : sini Silahkan bagi yang ingin mendownload langsung dari sumbernya,  Semoga bermanfaat, :)

Download Murottal Al Quran Ustadz Ulin Nuha

Beberapa Murottal yang sering kami dengarkan selain Murottal dari Ustadz Abu Usamah, juga ada murottal Ustadz Ulin Nuha, untuk lebih lengkapnya bisa di cari di youtube atau dengan klik disini , daftar Surat nya antara lain : 1. Surat An Naba 2. Surat An Naziat 3. Surat Abasa 4. Surat At Taqwir 5. Surat Al Infithor 6. Surat Al Muthafifin
Kami telah convert kan menjadi format mp3 supaya lebih mudah di gunakan, berikut link download nya : download
7. Surat Al Fatihah dan Al Baqarah Ayat 1 - 141 = download dari sumbernyaatau download via mediafire (silahkan pilih salah satu)

Semoga Bermanfaat :)


Baca Juga : Jangan Khawatirkan Rezekimu Gupak pulute ora mangan nangkane Mainan itu bernama Dunia Dampak Buruk Maksiat Shaidul Khatir Ibnul Jauzi

Download Murottal Ustadz Abu Usamah

Mohon maaf untuk murottal yang sebelumnya pada juz 1 ada banyak kerusakan pada file, sehingga murottal terpotong / lompat beberapa ayat ke depan. Berikut kami uploadkan murottal yang baru pada juz 1 nya. Semoga bermanfaat.

Berikut murottal Ustadz Abu Usamah juz 1 baru, 29 , 30 (lengkap semua surat). :
File berikut berekstensi .zip, sehingga cocok di download dari komputer / laptop.

Link download Murottal Ustadz Abu Usamah Juz 1, 29 dan 30 :

https://www.mediafire.com/?16a2e4xaylo3yx6

Untuk pengguna dari smartphone / lainnya. atau juga dari komputer dan laptop bisa mendownload melalui link alternatif berikut ini dan juga bisa di putar di playlist.
Link alternatif Archive.org :
https://archive.org/details/MurottalUstadzAbuUsamahJuz1AlFatihahDanAlBaqarah (juz 1)
https://archive.org/details/067AlMulk_201611 (juz 29 dan 30)

Tambahan :

Murottal Abu Usamah Juz 29 (1 file) dari youtube
link youtube : https://www.youtube.com/watch?v=JxAuB9EbjUI
link download : mediafire
link download (play) : arc…

Aplikasi AL-Qur'an di Android dan Ipad

Patut dicoba aplikasi iQuran di android, sudah tersedia terjemahan bahasa indonesia juga dan gratis. Jika kita membeli versi premium (berbayar) dengan harga sekitar Rp. 25.000 kita juga sudah bisa mengaktifkan menu audio murottal dari syeikh-syeikh terkenal, jadi kita bisa membaca sambil mendengarkan , 
Untuk yang gratis bisa download di sini : download gratis Untuk yang berbayar, bisa di download disini : iquran premium
Saya sangat merekomendasikan untuk membeli versi pro nya (premium) , karena sangat bermanfaat sekali kita bisa membaca sambil mendengarkan murottal secara langsung dari aplikasi, sehingga kita bisa memperbaiki bacaan AlQuran kita.
Sangat tidak disarankan mencari-cari , kemudian mendownload dan menggunakan versi bajakan dari iquran pro tanpa izin dari pihak developer, bagaimana mungkin kita mau mencari pahala tetapi dengan cara yang tidak baik.
Sedangkan untuk Ipad, Aplikasi Iquran bisa diinstall tetapi tidak maksimal. Untuk versi free nya, tidak ada untuk translasi bahasa …

Download Murottal dengan Terjemahan Bahasa Indonesia

Beberapa waktu yang lalu saat sedang bersandar santai sembari mendengarkan radio ditengah sunyinya malam kota jogja, tak sengaja melintasi channel MQ Radio dan mendengarkan ada Bacaan Tartil Al-Qur'an disana, kemudian saya mendengarkan. Dan ternyata Tartil Al Quran tersebut disertai dengan terjemahan Bahasa Indonesia. Beberapa hari kemudian langsung browsing dan menemukan link download lengkapnya.

Untuk anda yang ingin mendownload langsung file tersebut, dapat langsung memasuki ke alamat  : https://drive.google.com/open?id=0B7zJ2OmxYY6DZTNBcFpyenNkNEk .

Semoga bermanfaat bagi semuanya..,

Resensi Buku Shaidul Khatir Ibnul Jauzi Pustaka Darul Haq

Buku ini merupakan nasihat, bimbingan dan arahan yang bisa mengingatkan kita akan makna hakiki dari kehidupan. Dalam “Buku Shaidul Khathir Untaian Renungan Penuh Hikmah Pembangkit Energi Takwa” ini, ibnul jauzi menjelaskan tentang rahasia dan makna dari sebuah kehidupan, bagaimana seharusnya cara pandang dan sikap seorang Mukmin terhadap diri sendiri, lingkungan, orang-orang yang ada di sekitarnya, dan peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam hidupnya Beliau juga menjelaskan pentingnya mawas diri, cara menjauhkan diri dari kelalaian, cara mengalahkan hawa nafsu, sebab-sebab keresahan dan kegundahan hati, dan juga tema-tema lainnya yang akan memperdalam ma’rifat kita kepada Allah dan membangun jiwa kita sehingga kita dapat menjadi pribadi yang bertakwa. Selain itu, dalam buku ini dibahas pula tentang akhlak, adab, etika pergaulan, arahan-arahan berharga untuk mengatur kehidupan, dan nasihat-nasihat yang beliau tujukan untuk berbagai kalangan, seperti nasihat untuk orang yang sudah lanjut u…

Sebab-sebab (datangnya) Hukuman

Terbetik dalam benakku suatu pemikiran mengenai berbagai musibah berat dan ujian besar yang sering terjadi menimpa banyak orang di semesta ini, yang berkesudahan pada puncak klimaks nya yang sangat rumit! Aku pun mengatakan, "Subhanallah ! Sungguh, Allah adalah Yang Maha Pemurah di antara yang bermurah hati, dan konsekuensi kemurahan adalah mau memberi maaf; maka ada apa dibalik hukuman ini?" Maka akupun memikirkannya. Ternyata aku dapatkan bahwa banyak manusia yang keberadaan mereka bagaikan tidak ada. Mereka tidak mau mencari bukti-bukti keesaan-Nya dan tidak mau memperhatikan perintah-perintah dan larangan-larangan Allah Ta'ala . Mereka hanya mengikuti kebiasaan mereka saja, tak ubahnya seperti binatang ternak. Bila ajaran Syariat sesuai dengan keinginan mereka, (mereka akan mengambilnya). Kalau tidak, maka yang dijadikan sebagai acuan adalah tujuan pribadi mereka! kemudian setelah mendapatkan dinar (baca:uang), mereka pun tidak mau peduli lagi ; apakah didapatkan da…

Keharusan mempersiapkan bekal untuk kepergian

Suatu keharusan bagi orang yang berakal untuk mengambil bekal kepergiannya (dari dunia); karena dia tidak tau kapan keputusan Tuhannya akan datang mengejutkannya? Diapun tidak tau kapan dia akan dipanggil?
Sungguh, aku lihat banyak orang yang terpedaya oleh masa muda. Mereka lupa telah kehilangan teman sejawat, dan terbuai panjangnya angan-angan.
Orang yang cerdik adalah orang yang memberikan setiap waktunya untuk menunaikan apa yang menjadi kewajibannya. Sekiranya kematian datang menjemputnya tiba-tiba, maka dia sudah terlihat bersiap-siap. Dan bila dia mendapatkan apa yang dia angankan, maka dia akan bertambah baik.

~ Shaidul Khatir, Ibnul Jauzi, Penerbit Darul Haq ~

Hukuman yang paling Berat

Hukuman yang paling besar adalah kala orang yang dihukum tidak merasa kalau dia sedang dihukum. Lebih parah lagi adalah kala dia merasa senang dengan sesuatu yang sebenarnya merupakan hukuman; seperti senang karena mendapatkan harta yang haram, dan bisa melakukan dosa dengan laluasa. Orang yang keadaannya seperti ini, dia tidak akan bisa mendapatkan ketaatan
~ Shaidul Khatir, Ibnul Jauzi, Penerbit Darul Haq ~

Menjauhi tempat-tempat fitnah

Barangsiapa yang mendekati fitnah, niscaya keselamatan jauh darinya. Siapa yang mengklaim dirinya bersabar, maka urusannya akan diserahkan pada dirinya sendiri. Berapa banyak pandangan yang tak diberi kesempatan untuk menikmatinya lagi (karena siksanya tidak ditangguhkan, namun langsung ditimpakan seketika itu juga). Dan hal yang paling pantas untuk dijaga dan dikendalikan (walau) secara paksa adalah lidah dan mata. Maka berhati-hatilah ! .Hati-hatilah, jangan sampai engkau tertipu dengan tekadmu untuk meninggalkan hawa nafsu, namun masih engkau barengi dengan mendekati fitnah;karena hawa nafsu benar-benar bisa memperdaya ! Berapa banyak ksatria pemberani yang (karena lengah) dibunuh secara diam-diam di medan laga. Datang kepadanya sesuatu yang tidak diduga-duga, berupa sosok yang orang-orang yang enggan untuk melihatnya.

~ Shaidul Khatir, Ibnul Jauzi, Penerbit Darul Haq ~

Hal-hal yang paling mengherankan diantara Hal-hal yang mengherankan

Orang yang memikirkan kesudahan dunia, dia kan berhati-hati. Dan orang yang yakin betapa panjang jalan (yang harus dilalui), dia akan mempersiapkan bekal untuk perjalanan. Betapa mengherankan perkara dirimu wahai orang yang yakin dengan suatu hal kemudian malah melupakannya; dan tahu betul bahaya kondisi (yang dihadapi) namun kemudian malah menerjangnya. Dan engkau takut kepada manusia padahal Allah-lah yang berhak engkau takuti ! Nafsumu mengalahkan pada sesuatu yang engkau duga, namun engkau tidak bisa mengalahkan nafsumu pada sesuatu yang engkau yakini ! Hal yang paling mengherankan diantara hal-hal yang mengherankan adalah kegembiraanmu atas ketertipuan dirimu , dan lupanya dirimu dalam kesia-siaan akan (balasan setimpal) yang disembunyikan (disiapkan) untukmu. Engkau tertipu dengan kesehatanmu dan melupakan sudah dekatnya sakit. Engkau gembira dengan keselamatanmu , lali akan kepedihan yang sudah dekat. Kematian orang lain telah memperlihatkan kepadamu akan kepastian kematianmu. Pem…

Faidah mengamati kesudahan perkara

Barangsiapa yang sejak awal memperhatikan kesudahan dari berbagai perkara dengan mata hatinya, niscaya dia akan mendapatkan kebaikan dan selamat dari keburukannya. Sedangkan orang yang tidak memperhatikan kesudahan berbagai perkara, maka perasaan akan mendominasi dirinya. Maka keselamatan yang sebenarnya dia cari, justru akan berbalik menjadi kepedihan; dan kenyamanan yang sebetulnya dia dambakan, akan berbalik menjadi kepayahan. Penjelasan akan hal ini pada masa yang akan datang bisa menjadi jelas dengan mengingat hal-hal yang telah lalu : yaitu engkau tak lepas dari dua keadaan, yakni : Sepanjang umurmu engkau taat kepada Allah , atau durhaka kepada-Nya; lalu dimanakah kenikmatan maksiatmu itu sekarang? Dan dimanakah sekarang rasa letih yang disebabkan ketaatan yang engkau kerjakan dahulu? Sungguh jauh bedanya; masing-masing pergi dengan membawa apa yang ada padanya. Andai saja dosa-dosa itu bila ditinggalkan akan membuatmu terbebas dari duka nestapa. Aku perjelas lagi tentang hal ini :…

10. Kemaksiatan Akan Melahirkan Kemaksiatan Lain yang Semisalnya

Kemaksiatan akan menanam benih kemaksiatan lain yang semisalnya. Sebagaimana melahirkan sebagian yang lain. Sampai-sampai, pelakunya merasa sulit untuk meninggalkan dan keluar dari maksiat tersebut. Perkataan Salaf : Hukuman dari keburukan adalah munculnya keburukan setelahnya, sedangkan ganjaran dari kebaikan adalah munculnya kebaikan sesudahnya. Jika seorang hamba melakukan kebaikan, maka kebaikan lain akan berkata kepadanya “amalkan aku juga.” Apabila ia melakukannya, maka kebaikan yang lain lagi akan mengatakan hal serupa, demikianlah seterusnya. Alhasil, berlipatgandalah keuntungannya dan bertambahlah kebaikannya. Demikian pula dengan maksiat. Hal ini terus berlangsung hingga ketaatan atau kemaksiatan menjadi suatu sifat dan kebiasaan yang melekat dan tetap pada diri seseorang. Al-Hasan bin Hani dalam syairnya :
Segelas (khamer) yang kuminum terasa lezat, Namun berikutnya hanyalah penyembuh dari yang pertama. *Al-Hasan bin Hani adalah Abu Nuwas (di Indonesia disebut Abu Nawas) y…

9. Kemaksiatan Memperpendek Umur dan Menghilangkan Keberkahannya

Jika seseorang berpaling dari Allah dan sibuk dengan kemaksiatan maka sirnalah kehidupan hakikinya yang kelak dia temui. Pelakunya akan merasakan akibat kemaksiatan tersebut pada hari ketika ia mengungkapkan penyesalannya. Rahasia masalah ini terletak pada pengertian umur manusia sebagai masa hidupnya. Tidak ada kehidupan baginya kecuali dengan mendekatkan diri kepada Rabbnya, menikmati dzikir dan kecintaan kepada-Nya, serta mengutamakan ridha-Nya.

Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini. ( QS. Al-Fajr : 24 )

8. Maksiat Menghalangi Ketaatan

Banyak sekali ketaatan yang terputus karena dosa. Padahal, satu ketaatan, lebih baik daripada dunia beserta isinya. Hal ini bagaikan seseorang yang memakan suatu hidangan yang menyebabkannya sakit berkepanjanngan sehingga ia tidak bisa lagi menikmati berbagai hidangan yang lebih enak daripada hidangan tadi.

















7. Maksiat Melemahkan Hati dan Badan

Dampak buruk maksiat dengan melemahnya hari merupakan perkara yang tampak dengan jelas, bahkan akan senantiasa memperlemahnya hingga berhasil memadamkan cahaya hati secara keseluruhan. Adapun pengaruhnya yang melemahkan badan dikarenakan kekuatan seseorang Mukmin bersumber dari hati. Jika hatinya kuat, maka badannya juga demikian. Adapun orang yang berdosa adalah orang yang paling lemah ketika dibutuhkan, meskipun memiliki tubuh yang kuat.

6. Maksiat Menghadirkan Kegelapan ke Dalam Hati Pelakunya

Pelaku maksiat merasakan kegelapan di dalam hatinya sebagaimana merasakan gelapnya malam jika telah larut. Ketaatan adalah cahaya dan maksiat adalah kegelapan. Jika kegelapan mengaut, maka kebingungan juga bertambah sehingga pelakunya terjatuh dalam berbagai bid’ah dan perkara yang membinasakan, sedangkan ia tidak menyadarinya. Kegelapan maksiat akan menguat hingga terlihat di mata, lalu menguat lagi sampai menyelimuti wajah, dan menjadi tanda hitam, hingga setiap orang mampu melihatnya. Abdullah bin Abbas berkata : Sesungguhnya kebaikan mempunyai sinar di wajah, cahaya hati, kelapangan dalam rizki, kekuatan pada tubuh, serta cinta di hati para makhluk. Sesungguhnya keburukan memiliki tanda hitam di wajah, kegelapan di hati, kelemahan di tubuh, kekurangan dalam rizki, serta kebencian di hati para makhluk. *Dalam keterangan riwayat di buku dikatakan penulis belum menemukan atsar tsb yang sumbernya dari Ibnu Abbas Radiallahu anhu. Namun ada yang semisal dengannya berupa penggalan perka…

5. Maksiat Membuat Semua Urusan Dipersulit

Sekiranya orang itu bertakwa kepada Allah, niscaya urusannya dipermudah oleh-Nya. Begitu pula sebaliknya, siapa yang mengabaikan takwa niscaya urusannya akan dipersulit oleh-Nya. Bagaimana mungkin seorang hamba menyaksikan pintu-pintu kebaikan dan kemaslahatan tertutup serta jalan-jalan menjadi sulit, tetapi dia tidak mengetahui dari mana asalnya?

4. Maksiat Mengakibatkan Pelakunya Terasa Asing di Antara Orang-Orang Baik

Merasa terasing dari orang lain pasti dialami pelaku maksiat, terutama terhadap orang-orang baik di antara mereka. Pelaku maksiat semakin dekat dengan hizbusy syaithan (golongan syaitan) sesuai dengan kadar jauhnya dia dari hizbur Rahmaan (golongan Allah).
Sebagian para salaf berkata:
Aku pernah bermaksiat kepada Allah, lalu kurasakan bahwa kemaksiatan itu memengaruhi tingkah laku istri dan hewan tungganganku.

3. Maksiat Menyebabkan Kehampaan Hati dari Mengingat Allah

Meskipun seluruh kelezatan dunia terkumpul padanya, tetap saja tidak akan mampu menutupi rasa hampa tersebut. Tidak ada yang terasa lebih pahit bagi hati daripada kehampaan yang disebabkan dosa di atas dosa.

Kata seorang penyair:
Apabila engkau telah merasa hampa karena dosa;
Maka tinggalkanlah ia, jika kau mau,
dan raihlah kebahagiaan.

2. Maksiat Menghalangi Datangnya Rizki

Sebagaimana takwa kepada Allah adalah perkara yang mendatangkan rizki, maka meninggalkan takwa akan menyebabkan kefakiran. Disebutkan dalam al-Musnad, dari Tsuban, dia mengatakan bahwa Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya seserang itu benar-benar terhalangi dari rizki karena dosa yang dilakukannya.” Al-Musnad (V/277). Hadist ini diriwayatkan juga oleh Ibnu Majah (4022), al-Hakim, Ibnu Abi Syaibah, dan lainnya.

Kelalaian dan Mawas Diri

Terkadang muncul mawas diri (kesadaran) kala seseorang tengah mendengarkan wejangan. Namun kala dia sudah berpisah dari majelis ilmu tersebut, kerasnya hati dan kelalaian pun muncul kembali. Aku pun merenungkan penyebab hal itu. Akhirnya aku pun tahu. Dan aku perhatikan orang-orang berbeda-beda dalam masalah ini. Kondisi umumnya orang-orang, bahwa saat mendengar dan seusai mendengar wejangan, hati tidak mempunyai sifat mawas diri yang sama dikarenakan dua sebab:
Pertama: Bahwa wejangan itu bagaikan cambuk. Dan cambuk sendiri setelah masa reaksinya habis tidak lagi menyakitkan seperti halnya rasa sakit kala cambuk itu di pukul kan.
Kedua : Dalam kondisi tengah mendengarkan wejangan, seseorang menyingkirkan penyakit hatinya ketika itu. Dia kosongkan badan dan pikirannya dari berbagai tendensi duniawi dan dia mendengarkan dengan seksama sepenuh hati. Namun kala dia kembali pada kesibukannya, dia pun terjerat virus yang bersarang dalam aktifitas dunianya. Maka bagaimana mungkin kondisi hati…

1. Maksiat menghalangi masuknya ilmu

Ilmu adalah cahaya yang Allah masukkan ke dalam hati, sedangkan maksiat adalah pemadam cahaya cahaya tersebut. Ketika Imam Asy-Syafi'i duduk sambil membacakan sesuatu dihadapan Imam Malik, kecerdasan dan kesempurnaan pemahamannya membuat syaikh ini (Imam Malik) tercengang. Beliau pun berujar: "Sesungguhnya aku memandang bahwa Allah telah memasukkan cahaya kedalam hatimu, maka janganlah kamu memadamkan cahaya tersebut dengan kegelapan maksiat." Imam Syafi'i berkata dalam syairnya aku mengadu kepada Waki' tentang buruknya hafalanku, dia menasehatiku agar aku tinggalkan kemaksiatan dia pun berkata: "Ketahuilah, sesungguhnya ilmu itu karunia, dan karunia Allah tidak akan diberikan pada orang bermaksiat." [Lihat diwan asy-syafi'i(hlm.54)]

Dampak-dampak buruk maksiat

Mainan itu bernama Dunia

Setiap dari kita tentu pernah mengalami masa kanak-kanak. Masa yang begitu indah sekaligus menggelikan. Barangkali ada di antara kita yang dahulu saat masih kecil pernah kehilangan mainan kesayangan. Masih ingat bagaimana respon kita saat itu? Menangis berjam-jam, bahkan mungkin sampai berhari-hari? Sekarang setelah dewasa, bila teringat perilaku itu, tentu kita akan tertawa geli, “Koq bisa begitu ya efeknya? Padahal kan cuma mainan biasa yang remeh?!”. Kita bisa berkomentar seperti itu saat ini, sebab kita sudah bertambah usia dan semakin matang dalam berpikir. Ketahuilah bahwa sejatinya pandangan seseorang terhadap dunia, juga akan terpengaruh dengan semakin bertambah ‘kedewasaan’ dia dalam beriman. Semakin tebal imannya, maka akan semakin sadar betapa remehnya dunia. Sebaliknya bila kita masih mendewakan dunia, berarti itu pertanda iman kita masih ‘kekanak-kanakan’.[1] Allah ta’ala menggambarkan hakikat dunia dalam firman-Nya, “وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلد…