Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Hakikat Jiwa

Menurut Ibnul Qayyim Al-Jauziyah, Jiwa itu ibarat seperti gunung yang besar, yang sulit untuk ditempuh bagi orang yang berjalan menuju kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, namun tidak ada jalan untuk menuju kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kecuali harus sampai di puncak gunung tersebut, tetapi diantara mereka ada yang sangat berat untuk sampai ke puncak gunung, dan diantara mereka ada yang mudah untuk sampai ke puncak gunung, dan sesungguhnya perkara itu mudah bagi yang dimudahkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, ternyata di gunung tersebut banyak lembah-lembah, banyak jalan yang berkelak kelok, banyak halangan-halangan, banyak duri-duri, banyak hal-hal yang bisa mengkaitnya, dan disitu juga ternyata banyak pencuri-pencuri, perampok-perampok yang suka merampok orang-orang yang lewat dijalan tersebut, terutama orang-orang yang berjalan diwaktu malam. Maka jika seorang ketika berjalan menempuh jalan tersebut tidak menyiapkan dirinya dengan persiapan iman, tidak menerangi jalannya dengan la…

Berakhlak baik kepada sesama manusia

Hal yang paling wajib untuk kita lakukan dalam kita berakhlak baik kepada sesama makhluk adalah yang pertama, kita tidak menyakiti mereka, baik dengan lisan kita atau dengan perbuatan tangan kita. Berbuat dhalim kepada sesama makhluk berkaitan dengan 3 perkara, : Berkaitan dengan jiwanya / tubuhnya. Termasuk dosa yang paling besar adalah menghilangkan nyawa orang lain (membunuh). kemudian juga kita tidak boleh dhalim terhadap jiwa orang lain dengan cara memukul, menendang atau melukainya.Berkaitan dengan hartanya. Kita tidak boleh mengambil harta orang lain dengan cara yang dholim, jangan sampai kita mendholimi orang lain dalam urusan harta mereka, dengan cara mencuri, menipu, berbuat curang dalam jual beli, tidak mengembalikan hutang dll.Berkaitan dengan kehormatan mereka, dengan cara mencela, menuduh, ghibah dan segala hal yang menjatuhkan kehormatan orang lain.Yang kedua, memberikan manfaat kepada mereka. Kalau kita punya harta, kita bisa memberikan manfaat dengan harta kita, ilmu,…

Teruslah berada di Mihrab Taubat

Wahai orang yang berdosa! Bila engkau merasakan hembusan balasan, maka janganlah engkau banyak berisik dan jangan sekali-kali engkau berkata , “Aku sudah bertaubat dan menyesal, namun mengapa balasan yang tak aku suka tidak hilang juga dari diriku?!” Karena mungkin saja taubatmu itu belum terealisasi dengan benar. Karena pemberian balasan itu punya rentang waktu yang panjang sebagaimana penyakit menahun berlangsung lama, sehingga tak ada cara yang bisa berguna hingga masa balasan ini berakhir. Maka bersabarlah wahai engkau yang berbuat salah, hingga air matamu bisa mengalir membasahi baju hatimu yang terkena kotoran najis. Bila tangan kesedihan memerasnya, kemudian mencucinya berkali-kali, maka niscaya hati akan menjadi suci. Nabi Adam Alaihissalaam terus menerus menangisi kesalahannya selama 300 tahun. Nabi Ayyub Alaihissalaam terus berada dalam cobaannya selama 18 tahun. Nabi Ya´kub Alaihissalaam dirundung sedih menangisi Nabi Yusuf Alaihissalaam selama 80 tahun. Cobaan itu mempuny…

Kisah Pernikahan Julaibib

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak hanya sangat mencintai pada sahabatnya, namun juga sangat memperhatikan keadaan dan kebutuhan-kebutuhan mereka. Diriwayatkan dalam Musnad Ahmad dan kitab-kitab hadis yang lain bahwa Julaibib, seorang sahabat Anshar adalah orang yang tidak memiliki keistimewaan dunia apa pun. Julaibib tidak memiliki harta dan tidak pula rupawan. Ia juga bukan berasal dari kabilah yang terhormat, tidak memiliki kedudukan tinggi di masyarakat. Akan tetapi Julaibib memiliki satu keistimewaan yang melebihi semua itu. Yaitu ia sangat mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mencintainya. Apakah ada kemuliaan dan kedudukan yang lebih tinggi dari itu? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang pemimpin yang selalu memperhatikan kebutuhan-kebutuhan para sahabatnya tanpa membeda-bedakan kedudukan mereka. Suatu hari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memperhatikan salah seorang sahabatny…

Jadilah Sahabat Al Qur`ān

Tingkat keakraban kita dengan al Qurān, akan menentukan derajat kita di dunia dan akhirat. Al Qurān adalah kitab yang mulia, agung dan penuh berkah. Siapa pun yang bersahabat dengannya akan terangkat pula kemuliaannya, dan hidup yang dijalaninya akan dicurahi keberkahan dari Allah jalla wa ‘alā. Al Qurān adalah petunjuk, ia menunjukkan kepada kita jalan yang lurus, menjelaskan arah menuju kepada kebahagiaan, ketenangan dan kemenangan. Dengannya kita akan sampai pada tujuan akhir kita. Al Qurān adalah ruh, ia menghidupkan jiwa dan menggerakkan hati menuju kepada keridhaan Allah. Dengannya hati akan mengenal-Nya, cinta, tawakal, takut dan berharap hanya kepada-Nya. Al Qurān adalah cahaya, ia menerangi jalan kehidupan kita. Dengannya segala bahaya yang akan merugikan kita dapat kita kenali, untuk kita jauhi. Al Qurān adalah pembeda, ia membedakan antara haq dan batil. Dengannya tidak akan terbolak-balik lagi dalam pandangan kita antara yang benar dan yang salah. Al Qurān adalah obat, ia…

Meninggalkan hal yang tidak bermanfaat

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surat Al-Furqan Ayat 72, وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا…… orang-orang tersebut seandanya mereka melalui hal-hal yang tidak bermanfaat, maka mereka akan mengabaikan hal tersebut dan melaluinya demi menjaga kehormatan dirinya. Meninggalkan hal yang tidak bermanfaat merupakan ‘amalan’ tingkat tinggi, karena banyak diantara kita kadang-kadang masih banyak melakukan hal yang tidak bermanfaat, tidak bermanfaat untuk dunianya juga tidak bermanfaat untuk agamanya. Sebagai contoh, ketika sedang melewati sebuah jalan, kemudian kita melihat keramaian sebuah acara, entah itu ketek ronggeng, kuda lumping atau yang lainnya, kita masih sering mampir mendatanginya dan ikut menyaksikannya. Berapa waktu yang kita habiskan untuk menyaksikan pertunjukan tersebut. Seorang muslim sejati, mereka sangat menjaga waktunya, apabila melewati hal-hal yang tidak bermanfaat, maka ia akan mengabaikan dan tidak kemudian mampir disitu. Mereka menjaga dirinya dar…

Tahapan dalam membaca buku

Keadaan awal yang dialami manusia adalah ketidaktahuan. Allah berfirman dalam Al-Qur’an yang artinya : “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun” [QS. An Nahl : 78]. Pengetahuan tidak dapat diperoleh dalam waktu semalam, dan seseorang tidak bisa menjadi seorang ‘bibliophile’ yang mengikuti metode membaca yang benar dalam waktu semalam. Mengembangkan kebiasaan membaca memerlukan kesabaran dan membutuhkan waktu setahap demi setahap. Tahapan yang dialami seseorang dalam mengembangkan kebiasaan membacanya, secara umum biasanya melalui lima tahap berikut : Mulai menanamkan kecintaan membaca dalam jiwa dan mulai bersahabat dengan buku. Untuk memulai menanamkan kebiasaan ini, membutuhkan berbagai variasi metode serta konten yang menarik sehingga mendorong seseorang untuk membaca. Seperti Biografi Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasalam , biografi Shahabat dan kisah-kisah menarik lainnya. Serious Reading : Disini membutuhkan banyak kesabaran dan mema…

Kiat Menumbuhkan Semangat Membaca Buku

Setelah kita mengetahui penyebab keterasingan manusia dengan buku, beberapa ‘penyakit’ yang menyebabkan kita merasa berat untuk membaca buku. Berikut adalah obat dan penawar nya. Obat penyembuh yang mujarab dari segala kesalahan dan kekurangan yang paling pertama dan utama serta tidak diragukan lagi yaitu adalah dengan bergantung kepada Allah Subhanahu wata’ala, memohon pertolongan-Nya dengan cara berdoa, sehingga kita dapat dimudahkan untuk bisa membaca buku yang bermanfaat, kemudian setelah itu dilakukan dengan cara mencoba beberapa metode berikut. ~ Mengetahui keutamaan ilmu, kedudukan orang yang berilmu, dan mengetahui pentingnya membaca. Ini merupakan cara yang utama untuk menumbuhkan semangat membaca kita. Kita juga harus mengetahui kedudukan mulia dari kitab-kitab yang ditulis para ulama. Beberapa manfaat dari membaca yang dapat memotivasi seseorang untuk mambaca diantaranya adalah : Mempelajari Ilmu Agama, sehingga kita dapat mengetahui halal dan haram dalam keh…

Penyebab Keterasingan Manusia dengan Buku

~ Rendahnya daya konsentrasi, mudah jenuh, kurang sabar, dan rendahnya daya tahan untuk waktu yang lama didalam kesunyian dan keterasingan yang dibutuhkan dalam membaca. Hal ini terjadi biasanya pada individu yang ‘aktif’ , sering bergerak dan tidak bisa duduk berdiam diri di satu tempat dalam jangka waktu yang lama. ~ Tidak mengetahui manfaat dan keutamaan dari membaca, Karena biasanya sesorang itu cenderung memusuhi apa yang tidak diketahuinya. ~ Panjang dan Tebalnya buku yang akan dibaca. ~ Kesalahan di awal, seperti membaca buku tingkat lanjutan dalam sebuah tema sebelum membaca buku dasar yang mudah atau pendahuluan. Ini adalah kesalahan yang berakibat kesulitan dalam memahami bacaan. ~ Gaya bahasa yang terlalu ‘tinggi’ yang digunakan oleh penulis buku, yang mungkin bisa jadi karena kultur gaya bahasa yang digunakan di zaman dimana buku tersebut ditulis. Hal ini ditambah dengan kemunduran tingkat linguistik bahasa modern, yang mana bahasa formal yang baku (fusha) kini tergerus o…

Keterasingan Manusia dengan Buku

Salah satu masalah terbesar yang terjadi pada banyak orang adalah keterasingannya dari buku, dan bahkan mungkin sampai pada tahap permusuhan. Banyak orang mengeluh karena bosan atau lelah saat membaca buku, terutama buku-buku agama dan buku non-fiksi. Itulah sebabnya kita temukan saat ini, sebuah fenomena yang mengerikan, seperti berpaling dari buku-buku agama yang sangat bermanfaat bagi kehidupan, dan beralih ke buku-buku yang tidak bermanfaat, cerita fiktif yang kosong, majalah yang memiliki gambar dan warna, dan berita tentang olahraga dan seni. Musuh-musuh kita menuduh bahwa umat islam tidak membaca, jikapun mereka membaca mereka tidak mengerti, dan jika mereka mengerti mereka tidak mengajarkannya.

Fenomena negatif lainnya yang terjadi adalah banyak orang yang setelah lulus dari sekolah, kemudian mereka berhenti membaca. Sehingga banyak guru yang pengetahuan mereka semakin menurun dari tahun ke tahun karena tidak lagi mau membaca, dan faktanya bahwa banyak dari mereka berhenti mem…

Lafzi : Aplikasi Pencarian Kata dalam Al-Quran

Aplikasi Lafzi (لفظي ), adalah aplikasi yang digunakan untuk mencari suatu kata dalam Al-Qur'an menggunakan huruf dan ejaan latin . Berikut ini kami kutipkan penjelasan langsung dari website lafzi
Lafzi adalah aplikasi pencari lafaz pada Al-Quran. Aplikasi ini dibuat untuk memudahkan pencarian ayat dengan lafaz tertentu pada Al-Quran hanya dengan aksara Latin biasa berdasarkan pelafalan pembicara bahasa Indonesia, tanpa perlu mengetikkannya dalam aksara Arab.
Aplikasi ini adalah hasil dari penelitian skripsi Departemen Ilmu Komputer, Institut Pertanian Bogor oleh Muhammad Abrar Istiadi, S.Kom dengan pembimbing Ahmad Ridha, S.Kom MS. Untuk menggunakan secara online, langsung masuk ke alamat berikut : http://lafzi.apps.cs.ipb.ac.id/web/
Untuk instalasi pada perangkat android, bisa masuk ke : lafzi android
Untuk aplikasi desktop pada sistem operasi windows dan linux, bisa langsung do…

Keletihan pasti kan hilang

Syaikh Ali Musthafa Thantawi –rahimahullah- pernah ditanya tentang kata bijak terindah yang pernah dibacanya, beliau menjawab “Aku telah membaca lebih dari 70 tahun, namun aku belum pernah menemukan kata bijak paling indah seperti apa yang diriwayatkan oleh Ibnul Jauzi –rahimahullah-“
“Sesungguhnya keletihan karena melakukan ketaatan akan hilang dan tinggallah pahalanya. Dan kenikmatan melakukan maksiat akan hilang dan tinggallah hukumannya” Teruslah bersama Allah SWT dan jangan pedulikan (yang lain). Tengadakan tanganmu kepada-Nya dikegelapan malam, sembari berdoa : Ya Rabb... Dunia ini takkan indah kecuali dengan mengingat-Mu. Akhirat takkan indah kecuali dengan ampunan-Mu. Dan surgapun takkan indah kecuali dengan melihat wajah-Mu. Lapangkan dadamu... Maafkan orang yang bersalah padamu... Biarkan urusan makhluk untuk sang Khaliq, karena kita dan mereka akan pergi meninggalkan dunia ini... Lakukanlah kebaikan walaupun engkau menganggapnya sepele, karena sesungguhnya engkau tidak tahu…

Perjalanan Abu Saad As-Samman Ar-Razi untuk Mencari llmu

Al-Hafizh Al-Faqih Abu Sa'ad As-Samman Ar-Razi (wafat tahun 445 H) adalah salah seorang pakar hadits, nasab, fiqih, qira'ah dan ulama besar. Dia berkeliling dunia dari timur hingga barat dengan ke dua kakinya. Dia memiliki syaikh sebanyak 3600 orang. Semoga Allah merahmatinya.
Al-Hafizh Al-Qurasyi berkata di dalam Al-Jawahirur Mudhiyah li Thabaqatil Hanafiyyah, l : 156, tentang biografi Abu Sa'ad As-Samman Isma'il bin Ali bin Al-Husain bin Zanjuwaih Ar-Razi, seorang hafizh, alim, ahli fiqih, dan ahli hadits, "Dia adalah seorang imam tanpa tanding di bidang qiraat, hadits, ilmu tentang para perawi, nasab, faraidh, berhitung, dan bidang lainnya. Dia adalah pakar di bidang fiqih Abu Hanifah, serta pengetahuan tentang khilaf antara Abu Hanifah dan Asy—Syafi'i, semoga Allah meridhai keduanya. Dia telah berhaji dan mengunjungi kubur Nabi Shalallahu alaihi wassalam. Dia masuk lrak -negerinya adalah Ray di Khurasan, kota sebelah timur yang paling jauh-. Dia berkelili…

Manajemen Waktu Asy-Syamsul Ashbahani

Disebutkan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam kitab Ad-Durarul Kaminah (VI:85) tentang biografi Imam Al-Allamah Syamsuddin Abu Ats-Tsana' Al-Ashbahani (Mahmud bin Abdurrahman bin Ahmad) , tokoh Mahdzab Syafi'i, pakar ilmu ushul fikih, fikih dan tafsir , lahir di Ashbahan tahun 674 H dan wafat di kairo tahun 759 H. Dikatakan, "Beliau giat mempelajari ilmu di negerinya, sampai beliau mahir dan menguasai sejumlah disiplin ilmu. Setelah itu beliau pergi ke Damaskus setelah mengunjungi Al-Quds pada bulan shafar tahun 725 H. Keutamaan ilmu beliau dirasakan langsung oleh penduduk disana. Syaikh Taqiyuddin Ibnu Taimiyyah pernah mendengarkan wejangannya. Beliau berusaha sungguh-sungguh untuk menghormatinya. Suatu saat Ibnu Taimiyyah pernah berujar, 'Diamlah kalian, hingga kita mendengar ucapan orang yang memiliki keutamaan ini., tidak ada orang semulia beliau yang memasuki negeri kita', kemudian, Al-Ashbahani pindah ke Kairo dan beliau wafat disana."
Apa yang diceritaka…

Kisah Abu Bakr Khuwaqir al-Hanbali

Biografi beliau bisa disimak di Tsabat al-Atsbat asy-Syahirah, Siyar wa Tarajim (hal. 22), Faidh al-Malik al-Wahhab al-Muta’ali (hal. 2052-2061), Risalah Min A’lam Ulama Mekkah al-Mukaramah asy-Syaikh Abu Bakr bin Muhammad Arif Khuwaqir – Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah Abdul Muhsin dan lain-lain. 
"DNA Hanbali" mengalir dalam tubuhnya, Pengajar Mazhab Hanbali di Masjidil Harom pada masanya ini dikenal keras terhadap ahli bid’ah dan khurafat, sampai dua kali beliau di penjara karena dakwahnya (18 bulan dan 70 bulan) oleh penguasa saat itu, yaitu Syarif Husain bin Ali, dengan tuduhan wahabi. Anaknya sendiri meninggal di penjara itu dan dibiarkan membusuk dihadapan Syaikh sendiri. Itu terjadi pada masa sebelum berkuasanya Malik Abdul Aziz atas Hijaz. Pasukan Malik Abdul Aziz sendiri -yang dipimpin panglima asy-Syarif Khalid bin Luwai al-Hasani- yang mengeluarkan beliau dari penjara, yakni penjara khusus ulama-ulama yang tidak disukai penguasa Hijaz sebelumnya.
Ada kisah menari…

Kiat sukses dalam membaca kitab

Banyak keluhan dari para penuntut ilmu, mengenai susahnya merekam faidah yang terdapat dalam kitab yang telah dia baca. Biasanya, satu kitab telah usai dibaca, namun faidah-faidah yang ia temui di dalam kitab, seperti lalu begitu saja. Berangkat dari keluhan ini, penulis -dengan memohon taufik kepada Allah- berusaha berbagi sedikit tentang tips sukses membaca buku atau menela’ah kitab para ulama.Yang kami sajikan dari salah satu buah karya seorang ulama rabbani; Syaikh Abdulaziz Muhammad bin Abdullah As-Sadhan hafidhzohullah. Agar membaca menjadi lebih menyenangkan, dan benar-benar menjadi jendela ilmu. Semoga bermanfaat…

Macam-Macam Model Membaca

Sebelum memulai pemaparan mengenai kiat-kiat membaca, alangkah baiknya bila kita mengenal terlebih dahulu mengenai macam membaca buku. Ternyata ada bermacam-macam modelnya. Ada jenis membaca yang serius, kemudian ada yang agak serius, ada yang santai. Apa gerangan? Syaikh Abdulaziz bin Abdulloh Sadhan menyebutkan ada tiga jenis membaca buku: Q…